January 23, 2009

manis untukmu, pahit untukku.

Ada satu hal yang benar-benar ngga gw mengerti tentang orang Indonesia, terutama mereka yang “lebih beruntung” dari kebanyakkan orang lainnya. Hari ini gw ke Taman Anggrek Mall. Setelah berjam-jam muter-muter tanpa tujuan, kita pun capek berat dan memutuskan untuk pulang. Nah, saat menunggu dijemput sama supir di lobby utama, seperti biasa terpampanglah pemandangan menyebalkan di hadapan gw.

Orang-orang suka seenaknya memberhentikan mobilnya ditengah jalan saat dia dengan santainya memasukkan barang ke mobil, mengeluarkannya lagi, memasukkannya lagi sebelum akhirnya pelan-pelan dia jalan ke pintu penumpang dan naik mobil, sementara orang harus menunggu dengan kesabaran yang tiada tara dibelakang dia untuk akhirnya bisa maju beberapa meter. Apa sih yang susah dengan maju beberapa meter lagi supaya dia ngga mengganggu orang lain kalau mau dengan santai naikin barang dan naikin tubuhnya? Uuuhh… gw tuh ngga ngerti deh cara berpikir orang-orang ini. Apa karena dia merasa dia lebih “kaya” dari orang lain jadi dia berhak melakukan apa saja? Hanya dengan menunggu beberapa DETIK dia bisa mempercepat aktifitas antar jemput yang amat ramai disitu, tanpa menyebabkan kemacetan.

Sesungguhnya harusnya mas-mas yang bukain pintu mobil yang tugasnya memperlancar lalu lintas disitu bisa kasih tau si penumpang dan/atau si supir untuk majuan sedikit. Kenapa ngga ya?

It bugs me sometimes.